Beranda » Berita » Umum » Dinilai Berhasil Lakukan Transformasi Bisnis, Bank Sumut Raih Anugerah Manajemen Indonesia Award

Dinilai Berhasil Lakukan Transformasi Bisnis, Bank Sumut Raih Anugerah Manajemen Indonesia Award

Sabtu, 11.08.2018 - 00:00:51 WIB

 

 

Upaya transformasi bisnis yang telah dilakukan Bank Sumut sejak tahun 2015 mendapat apresiasi pada acara Anugerah Manajemen Indonesia (AMI) 2018 di Hotel ShangriLa Jakarta Pusat, pada Rabu (18/7). Bank Sumut dianugerahi penghargaan kategori Paripurna BUMD. Kemal Effendi Gani, Pemimpin Umum Majalah SWA dan Bramantyo Djohanputro, Direktur Eksekutif PPM Manajemen, menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Direktur Utama Bank Sumut, Edie Rizliyanto.

    Edie Rizliyanto mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian Bank Sumut saat ini. Menurutnya, prestasi ini tak lepas dari peran seluruh pihak yang telah terlibat dan bekerja keras mewujudkan delapan program strategis transformasi yang telah dicanangkannya sejak tahun 2015, mulai dari pegawai, manajemen, para pemegang saham, maupun nasabah yang telah setia memberikan dukungan. “Untuk semua kerja keras yang telah tercurah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ke depan Bank Sumut dapat menjadi lebih baik lagi,” ujar Edie. Adapun 8 program kerja strategis transformasi yang telah dicanangkan Bank Sumut sejak 2015 terdiri dari penguatan Good Corporate Governance (GCG), peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan permodalan, rekstrukturisasi core banking/IT, penambahan fitur & produk, penyelsaian NPL, Implementasi Credit Risk Management, dan perluasan Unit Usaha Syariah.

Dikatakan Edie pula, kompetisi seperti ini dapat menjadi ajang evaluasi seberapa jauh keberhasilan program transformasi yang telah dijalankan. “Tentu hal ini tidak boleh membuat kita menjadi terlena dan lupa diri. Saya mengharapkan kerjasama semua pihak untuk tetap terus berupaya memberikan perbaikan-perbaikan ke depan hingga terwujud transformasi yang lebih sempurna,” tambah Edie.

Bramantyo Djohanputro, Direktur Eksekutif PPM Manajemen, dalam sambutannya mengemukakan Anugerah Manajemen Indonesia terlaksana atas kerjasama Majalah SWA bersama PPM Manajemen yang bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah melakukan transformasi untuk meningkatkan daya saing organisasi. “Penghargaan ini didasarkan atas model transformasi yang dikembangkan oleh PPM Manajemen sejak tahun lalu dimana ada sembilan elemen yang menjadi parameter penilaian,” kata Bramantyo.

Sementara itu, Reni Lestari Razaki, Direktur Jasa Pengembangan Eksekutif PPM yang juga merupakan salah satu dewan juri menjelaskan pada event ini terdapat 57 perusahaan pendaftar yang kemudian diseleksi mengacu kepada syarat kepesertaan. Adapun syarat mengikuti kompetisi, menurut Reni, perusahaan setidaknya sudah melakukan transformasi minimal satu tahun dan telah menunjukkan hasil. Dari seleksi itu, panitia meloloskan 36 finalis yang diundang melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Pemenang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok Paripurna (penilaian dilakukan terhadap 9 elemen transformasi yang menghasilkan 5 pemenang) dan kelompok pemenang per elemen transformasi (9 pemenang). “Paripurna itu artinya perusahaan telah melakukan transformasi dan seluruh elemennya dilakukan dengan hasil yang baik,” jelas Reni.

Kinerja keuangan Bank Sumut dalam 3 tahun terakhir memang terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Dari segi total aset, pada tahun 2017, aset Bank Sumut berada pada posisi Rp28, 9 trilyun. Menunjukan peningkatan bila dibandingkan pada tahun 2015 yang berada pada posisi Rp24,1 trilyun dan Rp26,1 trilyun pada tahun 2016. Sementara itu, dari sisi laba juga menunjukkan pertumbuhan. Pada tahun 2017 Bank Sumut sukses membukukan laba sebesar Rp630,4 milyar yang meningkat dari tahun 2015 dan 2016 yaitu sebesar Rp464,9 milyar dan Rp584,5 milyar. Begitu pula dengan NPL. Hingga 2017 Bank Sumut berhasil menurunkan NPL secara dengan konsisten. Pada tahun 2015 NPL Gross Bank Sumut yang berasa pada posisi 5% berhasil turun di tahun 2016 menjadi 4,7% dan turun kembali di tahun 2017 di posisi 4,38%.