Beranda » Berita » Umum » Bank Sumut Menuju Transformasi BPD

Bank Sumut Menuju Transformasi BPD

Selasa, 18.08.2015 - 14:53:32 WIB

Bank SUMUT Menuju Transformasi BPD

Menjadi Bank yang Kuat, Kompetitf dan Kontributif

 

Suatu kali di Istana Negara, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melontarkan ucapan yang memacu motivasi para CEO Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD-SI). Presiden mengharapkan BPD bersinergi untuk berkontribusi lebih besar di sektor pembiayaan infrastruktur.

“Kita ingin BPD kita besar, kita ingin BPD kita kuat, kita ingin BPD kita lincah menangkap peluang. Jangan peluang bersliweran di depan mata tidak bisa diambil oleh BPD karena permodalannya kurang kuat,” katanya dalam pidato peresmian Program Transformasi BPD, Selasa 26 Mei 2015, di hadapan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad dan Ketua BPK Harry Azhar Azis serta sejumlah gubernur, para ketua (DPRD), komisaris utama dan para Direktur Utama dari 26 BPD-SI.

Dorongan Jokowi itu tidak main-main. Sebagai simbol komitmen peningkatan kapasitas dan aset BPD, maka dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara pihak yang mewakili Asosiasi Pemerintah Provinsi, Asosiasi DPRD Provinsi seluruh Indonesia dan Asbanda (Asosiasi Bank Pembangunan Daerah). Diharapkan ini menjadi kesempatan bagi bank daerah semakin memperkuat modal. “Gubernur tidak usah ragu menyuntikkan modalnya. Bupati, Walikota, DPRD jangan sulit-sulit menyetujui, [kan sudah] jelas arahnya kemana,” pinta Presiden.

Untuk transformasi BPD, ada enam strategi yang akan ditempuh, yakni pengembangan produk, pengelolaan layanan, pengembangan pemasaran, pengelolaan jaringan, pengelolaan portofolio dan penguatan likuiditas dan permodalan.

Bank SUMUT sebagai salah satu BPD terbesar di Indonesia dengan aset telah mencapai lebih Rp 26 triliun, kini juga sedang berbenah menuju Transformasi BPD.  Direktur Utama Bank SUMUT Edie Rizliyanto dalam wawancara khusus dengan SINDO mengatakan, Bank Sumut bersama BPD seluruh Indonesia telah siap bekerjasama dalam pengembangan produk seperti sindikasi pembiayaan proyek infrastruktur maupun maupun dalam platform bisnis lainnya dalam upaya menciptakan efisiensi dan efektvitas.  “Dengan bentuk Strategic Group, diharapkan BPD se-Indonesia nantinya diharapkan akan menjadi salah satu dari tiga bank umum terbesar di Indonesia dan masing-masing BPD bisa menjadi tuan rumah di daerahnya masing-masing,” ujar Edie Rizliyanto di Medan, Jumat (14/8)

Edie Rizliyanto mengatakan, berbagai kesiapan dilakukan untuk mewujudkan transformasi BPD dengan tiga fase yaitu foundation building, growth acceleration serta market leadership. “Ketiga fase itu tujuannya untuk mewujudkan visi transformasi BPD yang ingin menjadikan bank regional kuat dan berdaya saing tinggi untukberkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah berkelanjutan,” katanya.

Pada fase pertama yaitu membangun proses pendukung dan permodalan yang kuat disertai kualitas sumber daya manusia (SDM), budaya kerja dan sistem informasi yang handal melalui sinergi grup BPD.

Kemudian fase kedua menciptakan pertumbuhan yang cepat untuk mencapai posisi ketiga dari ukuran total aset dengan memperkuat proses bisnis inti memasuki kredit komersial, memperkuat pinjaman sindikasi dan intensifikasi sinergi grup BPD. “Dari sisi aset, saat ini Bank Sumut menempati urutan ke enam dari seluruh BPD di Indonesia. Namun untuk di Sumatera, kami menempati urutan pertama,” jelasnya seraya menyebutkan dengan dimulainya program Transformasi BPD diharapkan aset BPD bisa tumbuh 20% per tahun.

Selanjutnya fase ketiga yaitu membangun posisi sebagai pemimpin pasar dengan target ukuran aset nomor 1 atau 2 dengan kapabilitas inti dan pendukung yang disegani melalui transformasi grup BPD sebagai holding corporation berbasis legal. “Nantinya BPD menjadi the true regional champion yang berkontribusi signifikan bagi perekonomian daerah, dalam hal ini peningkatan infrastruktur,” paparnya.

Dalam menghadapi tantangan kondisi perekonomian nasional yang cukup berat sejak tahun 2014, CEO Bank Sumut yang juga mantan Vice Presiden Bank Mandiri (2011-2014) ini telah mencanangkan 8 Program Strategi Bank Sumut tahun 2015-2016, yakni penguatan GCG di setiap unit; peningkatan kompetensi SDM; implementasi Credit Risk Manajemen; penyelesaiaan NPL; restrukturisasi IT system; penambahan produk dan fitur layanan; memperkuat layanan Unit Usaha Syariah; dan penguatan permodalan.

 

Peluang Pembiayaan Infrastruktur

Sebagaimana harapan Presiden Jokowi terhadap BPD, peluang Bank SUMUT untuk ekspansi ke pembiayaan proyek infrastruktur di Sumatera Utara (Sumut) sangat besar. Apalagi Presiden Jokowi telah memastikan pembangunan 7 proyek strategis di Sumatera Utara dengan dilakukannya peletakan batu pertama yang menandai peresmian dimulainya 7 proyek strategis di Sumut belum lama ini. Proyek itu antara lain, peresmian proyek pelabuhan, yang lokasi peresmiannya dipusatkan di Pelabuhan Kuala Tanjung; proyek diversifikasi produk pengembangan pabrik peleburan alumunium PT Inalum (Persero); pencanangan kawasan industri terpadu Kuala Tanjung-Sei Mangkei; proyek gardu induk PLN 500/150 kv di Sei Mangkei oleh PT PLN; proyek pembangunan pabrik minyak goreng kapasitas 600.000 ton/ tahun di Sei Mangkei oleh PTPN III;  pencanangan operasional Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei berupa commisioning PT Unilever Oleochemical Indonesia; dan proyek pembangunan jalan tol Medan-Binjai sepanjang 17 km.

Bank SUMUT pun perlahan-lahan sudah mulai mengarah ke sektor infrastruktur. Seperti pada 14 Juli lalu secara sindikasi dengan bank lain, Bank Sumut ikut membiayai pembangunan jalan tol menuju Kuala Namu sebesar Rp300 miliar dari total dana yang dibutuhkan sebesar Rp2,8 triliun. Selain itu, ada juga rencana ikut pembiayaan proyek perluasan Pelabuhan Belawan dan Bandara Kuala Namu.

 “Ketiga proyek itu dibiayai dengan sistem sindikasi. Kedepan kami akan ikut terus dalam berbagai proyek pembangunan, tidak hanya di daerah tetapi juga tingkat nasional sesuai dengan kemampuan perusahaan,” ucapnya.

Saat ini, diakuinya portofolio kredit pada Bank SUMUT masih mayoritas di segmen konsumtif atau sekitar 64% dan sisanya sektor produktif. Dari total itu, sebesar 48% dialokasikan untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dengan komitmen para pemegang saham dan dorongan DPRD Sumatera Utara untuk mendukung penguatan permodalan, dia berharap Bank SUMUT bisa lebih memperbesar porsi ekspansi kreditnya dalam rangka memimpinmarket share di Sumut, sehingga ke depan dapat menjadi tuan rumah di wilayah sendiripada tahun 2024, dengan transformasimenjadi bank yangKuat, Kompetitif, dan Kontributif.

Dari kiri ke kanan : Yulianto Maris (Direktur Kepatuhan), Edie Rizliyanto (Direktur Utama), Ester Junita Ginting (Direktur Pemasaran), Didi Duharsa (Direktur Operasional). Bank Sumut tengah membangun skema dalam rangka meningkatkan kontribusi lebih besar di sektor pembiayaan infrastruktur di Sumatera Utara.